Tampilkan postingan dengan label SMA X. Tampilkan semua postingan

gravatar

Tugas remidi UTS Bahasa Indonesia kelas X [update 6 Mei 2013]

Kerjakan soal berikut!
- Bagi nomor absen ganjil, silakan download di sini
- Bagi nomor absen genap, silakan download di sini

Petunjuk pengerjaan!
Beri warna lain bagi jawaban yang kalian anggap benar,
contoh:

16. Seorang yang berbuat semua menanggung risikonya. Begitulah yang terjadi di kelas kami. Peristiwa itu terjadi karena salah satu teman tidak mengerjakan tugas rumahnya.Padahal bapak guru matematika telah memberitahukan sebelumnya.

Peribahasa yang sesuai untuk paragraf di atas adalah .…
A. Besar pasak daripada tiang.       
B. Nila setitik rusak susu sebelangga.   
C. Tong kosong nyaring bunyinya.
D. Bak alu pencungkil duri.
E. Lempar batu sembunyi tangan.
Bagi yang sudah selesai, bisa dikirim via email hendybayu@yahoo.co.id
Selamat mengerjakan!!
baca selengkapnya...

gravatar

Menyimpulkan isi informasi

1. Pengertian informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.

2. Cara menyimak informasi dengan benar
- Mencatat pokok-pokok isi informasi yang disampaikan;
- Menyimpulkan isi informasi dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami.

Pokok-pokok isi informasi
→ 5W + 1H (what/apa, who/siapa, where/di mana, when/kapan, why/mengapa, how/bagaimana).
atau
→ ADIK SIMBA (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana)

3. Pokok-pokok isi informasi
1. Tentang apa isi informasi tersebut?
2. Di mana tempat terjadinya informasi tersebut?
3. Kapan informasi tersebut terjadi?
4. Siapa yang berperan dalam informasi tersebut?
5. Bagaimana informasi itu terjadi?
6. Mengapa peristiwa dalam informasi tersebut terjadi?





*download bentuk powerpoint-nya di sini

 

Catatan cara download:
1. klik tulisan "sini" di atas ini lalu Anda akan masuk ke link adf.ly
2. tunggu selama 5 detik lalu klik "skip ad" di pojok kanan atas.
3. kemudian "klik" download
4. masukan verification code sesuai dengan kode yang ada di sampingnya dan sekali lagi klik "download"
5. selesai
baca selengkapnya...

gravatar

Paragraf Eksposisi

1. Pengertian paragraf
Sebelum kita mempelajari tentang paragraf, sebaiknya kita memahami pengertian paragraf. Paragraf adalah kumpulan kalimat yang mengandung satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Jadi, sebuah paragraf minimal terdiri dari dua kalimat yakni satu kalimat utama dan satu kalimat penjelas.

2. Jenis Paragraf menurut Tujuannya
Paragraf terbagi menjadi lima macam, yaitu:
A. Paragraf narasi;
B. Paragraf deskripsi;
C. Paragraf eksposisi;
D. Paragraf argumentasi;
E. Paragraf persuasi;

3. Paragraf Eksposisi
Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang berisi uraian-uraian ilmiah yang disampaikan dengan bahasa yang denotatif, lugas, dan objektif, tanpa disisipi maksud yang mempengaruhi pembaca.

4. Metode Pengembangan Paragraf Eksposisi
Ada enam metode pengembangan paragraf eksposisi, yaitu:
A. Metode pembatasan pengertian (definisi)
B. Metode penggolongan (klasifikasi)
C. Metode pengenalan ciri (identifikasi)
D. Metode pembandingan (komparasi)
E. Metode proses (prosedural)
F. Metode contoh (ilustrasi)

A. Metode pembatasan pengertian (definisi)
Paragraf eksposisi dengan metode pembatasan pengertian (definisi) adalah paragraf eksposisi yang menjelaskan pengertian suatu istilah atau hal dengan uraian kata-kata yang tepat. Ciri dari metode ini adalah digunakannya konjungsi adalah, ialah, dan yaitu.

contoh:
Eksposisi adalah karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Karangan eksposisi bersifat ilmiah/nonfiksi. Sumber karangan dapat diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian, ataupun pengalaman.

B. Metode penggolongan (klasifikasi)
Paragraf eksposisi dengan metode penggolongan adalah paragraf eksposisi yang mengelompokkan hal-hal yang sejenis atau mempunyai kesamaan tertentu. Dengan metode ini akan tampak jelas korelasi antara hal satu dengan hal lain.

contoh:
Periodisasi Sastra Indonesia selama ini telah dipetakan sangat beragam oleh ahli sastra Indonesia. HB. Jassin, misalnya, membagi periodisasi sastra menjadi dua, yakni (a) Sastra Melayu Lama, dan (b) Sastra Indonesia Modern, yang meliputi (1) Angkatan 20, (2) Angkatan 33 atau Pujangga Baru; dan (3) Angkatan 45.

C. Metode pengenalan ciri (identifikasi)
Paragraf eksposisi dengan metode pengenalan ciri (identifikasi) adalah paragraf eksposisi yang memaparkan suatu persoalan dengan menyebutkan ciri-ciri, sifat khusus, atau kerakteristik sesuatu secara mendetail.

contoh:
Oksigen memang dapat merusak sel karena sejatinya zat ini juga memicu kemunculan radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas atau molekul itu, antara lain dapat mengorupsi informasi data DNA. Bila kerusakan yang disebabkan radikal bebas itu cukup parah, secara genetis sel-sel akan menghancurkan dirinya sendiri. Ini semacam mekanisme penyelamatan diri guna mencegah sel rusak berubah jadi karakter. Karena itu, para peneliti punya gagasan untuk melenyapkan gen khusus itu sehingga protein pemicu proses bunuh diri sel tidak keluar agar sel-sel dapat hidup lebih lama.

D. Metode pembandingan (komparasi)
Paragraf eksposisi dengan metode pembandingan (komparasi) adalah paragraf eksposisi yang membandingkan hal yang dijelaskan dengan hal lain yang berbeda, tetapi memiliki unsur kesamaan.

contoh:
Unsur prosa terbagi menjadi dua, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik. Kedua unsur tersebut sama-sama membangun sebuah cerita. Perbedaannya terletak pada keberadaannya. Unsur intrinsik berada di dalam, sedangkan unsur ekstinsik berada di luar. Di dalam maksudnya adalah unsurnya berada di dalam cerita dan bisa kita temukan jika kita membaca seluruh isi cerita. Sedangkan di luar adalah unsurnya berada di luar cerita.

E. Metode proses (prosedural)
Paragraf eksposisi dengan metode proses (prosedural) adalah paragraf eksposisi yang menjelaskan proses, prosedur, atau tata urutan terjadinya sesuatu.

contoh:
Ada beberapa langkah membuat ringkasan, yaitu (1) Bacalah naskah beberapa kali sampai paham, (2) Catatlah tema yang sudah kamu temukan, (3) Catatlah judulnya, (4) Catatlah gagasan utama atau pokok pikiran setiap paragraf, (5) Susunlah pokok pikiran atau gagasan pokok bacaan menjadi satu paragraf atau lebih (6) Perhatikan keefektifan kalimatnya, (7) Periksa kembali.

F. Metode contoh (ilustrasi)
paragraf eksposisi dengan metode contoh (ilustrasi) adalah paragraf eksposisi yang memberikan pemaparan dengan menggunakan contoh. Metode ini berfungsi memberikan gambaran atau penjelasan yang kongkret tentang suatu konsep atau prinsip umum.

contoh:
Bunyi bahasa itu dirangkai-rangkai menurut cara tertentu dan menghasilkan kata (konsep), misalnya lima bunyi [a-n-j-i-n-g] dirangkai menjadi anjing. Pada taraf ini persetujuan antarpengucap bahasa itu memainkan peranan yang penting. Pengucap bahasa Indonesia setuju bahwa rangkaian lima bunyi dalam kata “anjing” itu melambangkan pengertian tentang binatang tertentu (ilustrasi 1). Kata “anjing” tidak akan berarti apa-apa bagi orang Inggris. Dalam bahasa Inggris pengertian tentang binatang itu dilambangkan dengan kata dog (ilustrasi 2). Bagi orang spanyol lambang itu berbunyi perro (ilustrasi 3) dan hond bagi orang Belanda (ilustrasi 4).


*download bentuk powerpoint-nya di sini



Catatan cara download:
1. klik tulisan "sini" di atas ini lalu Anda akan masuk ke link adf.ly
2. tunggu selama 5 detik lalu klik "skip ad" di pojok kanan atas.
3. kemudian "klik" download
4. masukan verification code sesuai dengan kode yang ada di sampingnya dan sekali lagi klik "download"
5. selesai

*******
baca selengkapnya...

gravatar

Memahami Puisi


Karya Sastra Sebelum kita mempelajari tentang unsur puisi, ada baiknya kita sedikit mengulas tentang karya sastra karena puisi termasuk karya sastra itu sendiri. Selain puisi ada dua macam lagi dari karya sastra yakni prosa dan drama.

Pengertian Puisi
Mungkin kita semua masih belum paham apa definisi dari puisi. Ada beberapa macam definisi yang dikemukakan oleh pakar-pakar sastra dan semuanya beragam tetapi masih satu jalur. Diantaranya adalah sebagai berikut. Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. Jadi puisi adalah suatu proses kreatif yang dihasilkan oleh penyair yang disusun dengan memusatkan kekuatan bahasa (diksi) dengan unsur-unsur puisi itu sendiri (fisik dan batin).
 

Unsur-Unsur Puisi Unsur-unsur puisi dibedakan menjadi dua struktur, yaitu: struktur batin dan struktur fisik. Unsur batin meliputi tentang pemaknaan sedangkan unsur fisik meliputi bentuknya.

Unsur batin puisi
Unsur batin puisi terbagi menjadi empat macam, yakni:
Tema/makna (sense)
Rasa (feeling)
Nada (tone)
Amanat/pesan (itention)
 
Tema puisi sama dengan tema pada prosa, yakni gagasan dasar umum suatu puisi. Tema ini yang menjadi dasar penyair dalam menciptakan sebuah puisi.
Rasa di dalam puisi adalah rasa yang ditimbulkan oleh pembaca setelah membaca puisi tersebut. Seperti rasa gembira, bersedih, iba, dan lain-lain.

Nada adalah gaya penceritaan atau penulisan penyair di puisinya. Nada di dalam puisi juga beragam, diantaranya adalah nada yang mengguruhi, memberi nasihat, dan lain-lain

Pesan di dalam puisi adalah pesan yang terkandung di dalam puisi tersebut. Sama seperti pesan dalam prosa, yakni kita harus membaca secara keseluruhan puisi baru bisa menyimpulkan apa pesan yang terkandung dalam puisi tersebut.
.
Unsur fisik puisi
Sedangkan unsur fisik puisi terbagi menjadi enam macam, yakni:
Perwajahan puisi (tipografi)
Diksi
Imaji
Kata kongkret
Bahasa figuratif (majas)
Versifikasi
Perwajahan puisi (tipografi) adalah bentuk puisi. Ada berbagai bentuk atau wujud puisi. Ada yang berbentuk seperti huruf Z. Ada yang menyerupai wajah seseorang, dan lain-lain. Itu semua bukan tanpa maksud. Ada makna yang tersembunyi dibaliknya.


Diksi atau pilihan kata. Ini yang menjadi salah satu kekuatan di dalam puisi. Diksi harus benar-benar diperhatikan dalam penyair karena inilah yang menjadi letak menarik atau tidaknya sebuah puisi. Penyair pasti menggunakan diksi supaya orang yang membacanya bisa berimajinasi yang indah.

Imaji sama dengan citraan yakni daya tangkap panca indra ketika kita membaca puisi. Ada beberapa macam dalam imaji diantaranya imaji penglihatan, pendengaran, perasaan, perabaan, dan lain-lain.
Kata kongkret adalah kata penjelas. tujuannya adalah untuk menjelaskan kepada pembaca kata yang ditulis di dalam puisinya.

Bahasa figuratif (majas) atau gaya bahasa.

Versifikasi berkaitan dengan rima atau bunyi akhir sajak. Versifikasi juga terdapat pengulangan akhiran yang sama pada setiap baris puisi.

Berdasarkan letak huruf atau suku kata, rima dibedakan menjadi, yakni:
- Rima rangkai/terus (a-a-a-a)
- Rima silang (a-b-a-b)
- Rima pasang/kembar (a-a-b-b)
- Rima peluk (a-b-b-a)
- Rima patah (a-a-a-b/a-b-a-a/a-a-b-a)



Jenis puisi baru
Menurut isinya, puisi baru dibedakan menjadi 7, yakni:
1. Balada
2. Hymne
3. Ode
4. Epigram
5. Romance
6. Elegi
7. Satire

1. Balada
Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.

2. Hymne
Hymne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra).

3. Ode
Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
                           
4. Epigram
Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.

5. Romance
Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
 

6. Elegi
Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.

7. Satire
Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.


*download bentuk powerpoint-nya di sini
*download contoh puisi di sini

Catatan cara download:
1. klik tulisan "sini" di atas ini lalu Anda akan masuk ke link adf.ly
2. tunggu selama 5 detik lalu klik "skip ad" di pojok kanan atas.
3. kemudian "klik" download
4. masukan verification code sesuai dengan kode yang ada di sampingnya dan sekali lagi klik "download"
5. selesai

*******
 
baca selengkapnya...

gravatar

Membaca cepat

Sejak dulu kita sudah tahu dan paham tentang membaca, hanya kita tidak tahu teknik membaca itu apa saja? Kita hanya tahu atau bisa membaca dan memahami isi dari materi yang dibaca. Sebenarnya jika kita tahu teknik membaca kita bisa memahami bacaan itu dengan cepat.

1. Pengertian membaca
Membaca adalah kegiatan fisik dan mental yang bertujuan untuk menemukan makna dari tulisan atau menemukan informasi. Dengan kata lain, membaca adalah proses fisik (melihat) dan mental (pikiran) yang bertujuan untuk menemukan pemahaman atau informasi dari tulisan yang dibaca.

2. Jenis membaca
Membaca terbagi menjadi 2 macam, yakni:
    (1) Membaca Ekstensif
    (2) Membaca Intensif

3. Membaca Ekstensif adalah membaca secara luas, yakni membaca sebanyak-banyaknya teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Jadi disini yang ditekankan adalah waktu. Kita harus bisa membaca teks yang banyak dengan waktu yang sesingkat mungkin. Jadi kita diukur oleh waktu.

4. Membaca Intensif adalah membaca secara seksama, yakni membaca secara rinci teks sehingga dapat memahami pengertian secara khusus. Disini kita membaca dengan rinci yang bertujuan bisa memahami wacana secara mendalam. Intensif lawan dari ekstensif. jika yang diukur dalam ekstensif adalah waktu, namun dalam ekstensif yang diukur adalah pemahaman wacana.

5. Jenis membaca ekstensif
Membaca ekstensif terbagi menjadi 4 macam, yakni:
    1. Membaca Skimming
    2. Membaca Scanning
    3. Membaca Survei
    4. Membaca dangkal
  
6. Membaca Skimming
Membaca skimming adalah suatu keterampilan membaca sekilas yang bertujuan untuk memperoleh hasil secara efisien.

7. Teknik Skimming:
Bagian yang dilompati,
    - definisi
    - beberapa contoh
    - ringkasan bab sebelumnya

8. Teknik Skimming:
Gerakan mata
    - model lurus ke bawah
    - model huruf Z
    - model huruf S

9. Membaca Scanning
Membaca scanning adalah suatu keterampilan membaca cepat yang bertujuan untuk memperoleh informasi tanpa memperhatikan hal-hal lain.

10. Dalam kehidupan sehari-hari scanning dapat dilakukan untuk beberapa hal sebagai berikut:
   - Scanning kata dalam kamus
   - Scanning nomor telepon
   - Scanning siaran televisi
   - Scanning prosa
   - Scanning informasi tertentu


Membaca Survei
Membaca survei adalah suatu keterampilan membaca yang sebelum membaca bacaannya dilakukan suatu survei atau pengidentifikasian.

Pembaca dapat mensurvei bacaan tersebut dengan cara:
Memeriksa, meneliti indeks atau daftar isi;
Melihat, memeriksa, meneliti judul bacaan;
Memeriksa, meneliti outline buku.

Membaca Dangkal
Membaca dangkal adalah suatu keterampilan membaca yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman secara dangkal atau bersifat luaran dan tidak membutuhkan pemikiran yang lebih.



*download bentuk powerpoint-nya di sini
*download rumus membaca cepatnya di sini
  
Catatan cara download:
1. klik tulisan "sini" di atas ini lalu Anda akan masuk ke link adf.ly
2. tunggu selama 5 detik lalu klik "skip ad" di pojok kanan atas.
3. kemudian "klik" download
4. masukan verification code sesuai dengan kode yang ada di sampingnya dan sekali lagi klik "download"
5. selesai

*******
baca selengkapnya...

gravatar

Paragraf Narasi

1. Pengertian paragraf

    Kita semuanya pasti mengetahui bentuk paragraf, tetapi terkadang kita tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan paragraf. Ada yang bilang paragraf itu tulisan yang awalnya menjorok ke kanan. Nah, itu jawaban yang kurang tepat. itu adalah ciri paragraf bukan definisi paragraf.

    Sebenarnya ada banyak sekali pengertian tentang paragraf yang diucapkan oleh pakar-pakar bahasa. Dari berpuluh-puluh pengertian paragraf maka dapat saya simpulkan bahwa paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.  Dalam sebuah paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut; mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas, sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Atau dengan kata lain paragraf adalah kumpulan kalimat yang mengandung satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Jadi dalam sebuah paragraf minimal terdiri dua kalimat, yakni satu kalimat utama dan satu kalimat penjelas.

    Sekarang pertanyaannya, apa yang dimaksud dengan kalimat utama? Kalimat utama adalah kalimat yang menjadi inti, pokok pikiran, dasar penulisan, atau acuan sebuah paragraf. Jadi kalimat utama adalah acuan kita dalam membuat sebuah paragraf. Lalu kalimat penjelas itu apa? Nah, kalimat penjelas itu adalah kalimat yang berfungsi menjelaskan kalimat utama.
    Kalimat utama tidak selalu berapa di awal, atau di akhir saja. terkadang kalimat utama terletak di awal dan akhir. Jika kalimat utama terletak di awal maka paragraf tersebut dinamakan paragraf Deduktif. Namun jika kalimat utamanya terletak di akhir maka paragraf tersebut dinamakan paragraf Induktif. Adapun jika kalimat utamanya terletak di awal dan di akhir maka paragraf tersebut dinamakan paragraf Campuran.

2. Jenis Paragraf menurut Tujuannya
 Menurut tujuannya, paragraf terbagi menjadi 5 jenis, yakni:
- Paragraf narasi;
- Paragraf deskripsi;
- Paragraf eksposisi;
- Paragraf argumentasi;
- Paragraf persuasi;


3. Pengertian Paragraf menurut Tujuannya

    Narasi adalah paragraf yang bertujuan untuk menyampaikan suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu dan tempat yang jelas. kata kunci dari paragraf narasi adalah cerita. Jadi paragraf narasi adalah sebuah cerita. Ada 3 hal yang terpenting dalam paragraf narasi (cerita) yakni: tokoh, latar, dan alur. Jika di dalam paragraf memiliki ketiganya, atau keduanya, maka kita bisa menyebut bahwa paragraf tersebut adalah paragraf narasi.

     Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu peristiwa yang tujuannya pembaca merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan oleh penulis. Kata kunci dari paragraf deskripsi adalah gambaran. Jadi paragraf deskripsi adalah penggambaran dari sebuah peristiwa, hal atau benda. Pemilihan kata menjadi salah satu faktor utama di dalam paragraf deskripsi karena dengan pemilihan kata tersebut maksud atau gambaran yang diberikan oleh penulis bisa mudah dibayangkan oleh pembacanya.

     Eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk menerangkan suatu pokok masalah yang dapat memperluas pengetahuan seseorang atau pembaca. Kata kuncinya adalah paparan. Paragraf eksposisi bisa ditemukan di buku-buku pengetahuan. Paragraf eksposisi bersifat objektif karena semua orang pasti mempunyai pandangan yang sama dengan isi paragraf tersebut.

     Argumentasi adalah paragraf yang berisi gagasan yang dilengkapi bukti-bukti kesaksian dengan tujuan mempengaruhi atau meyakinkan pembaca untuk menyatakan persetujuannya. Kata kunci dari paragraf ini adalah pendapat. Paragraf argumentasi bersifat subjektif karena paragraf ini adalah sebuah opini atau pendapat. Jadi seseorang pasti tidak berpendapat yang sama dengan paragraf tersebut. Naskah pidato-pidato calon legislatif sering menggunakan paragraf atau karangan argumentasi.

     Terakhir adalah persuasi. Persuasi adalah paragraf yang disampaikan dengan ringkas dan menarik sehingga pembaca dapat terhanyut dalam siratan isinya. kata kuncinya adalah pengaruh. Bahasa-bahasa iklan sering kali menggunakan bahasa persuasi.

4. Ada dua karakteristik paragraf narasi
 

 Ada dua ciri khas yang dimiliki paragraf narasi, yakni:
- Biasanya disampaikan secara kronologis dan mengandung plot atau rangkaian cerita.
- Di dalamnya terdapat tokoh yang diceritakan.

5. Jenis Paragraf Narasi
Ada dua jenis paragraf narasi, yaitu:
- Paragraf narasi ekspositoris atau nonfiksi,
- Paragraf narasi sugestif atau imajinasi,

6. Paragraf Narasi Ekspositoris atau Nonfiksi
Adalah paragraf yang berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat.

contoh:
    Siang itu, Sabtu pekan lalu, Ramin bermain bagus. Mula-mula ia menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian dengan klarinet meniupkan garis melodi utamanya. Ramin dan tujuh kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi mengiringi Ahmad, mempelai pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di perumahan Kampung Meruyung. Mereka membawakan lagu “Mars Jalan” yang dirasa tepat untuk mengantar Ahmad, sang pengantin. Ramin, Sait di peniup klarinet, dan Kumat si pemegang trompet piston adalah para pemain kesenian tradisional tanjidor yang telah berkiprah puluhan tahun. Mereka tergabung dalam Kelompok Tiga Saudara.

7. Paragraf Narasi Sugestif atau Imajinatif
Adalah paragraf yang berisikan rangkaian perbuatan yang disusun sedemikian rupa sehingga merangsang daya khayal pembaca tentang peristiwa tersebut.

contoh:
    Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Dengan cepat ia mengayunkan pedang itu ke tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih Pranggulang memungut pedang dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar. Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi, semuanya gagal.
    Patih Pranggulang menyimpulkan dalam hati bahwa Tunjungsekar tidak bersalah. Lalu dia segera membuat rakit dari kayu-kayu kering dan meminta kepada Tunjungsekar agar menaiki rakit yang akan dihanyutkannya ke tengah laut. Dengan pasrah, Tunjungsekar mengikuti saran Patih Pranggulang. Perlahan-lahan rakit itu bergerak meninggalkan pantai, makin lama makin jauh ke tengah laut. Patih Pranggulang memerhatikan rakit dengan mata berkaca-kaca.

 
EVALUASI

     Minggu, 23 April, Pukul 08.00 pagi, peserta perjalanan ''Susur Sungai Cikapundung'' sudah mulai berkumpul di sekretariat KMPA di Sunken Court W–03. Satu jam kemudian, rombongan berangkat menuju Curug Dago, dengan sedikit naik ke arah hulu di mana perjalanan itu dimulai. Tanpa ragu, peserta mulai menyusuri Cikapundung meskipun ketinggian air hampir mencapai sebatas pinggang. Ketinggian air pun meningkat sekitar 50 cm setelah hujan deras mengguyur Bandung hampir sehari penuh kemarin, Sabtu 22 April 2006. Hari tersebut bertepatan dengan Hari Bumi. (Paragraf Ekspositoris)

     Pada zaman dahulu kala, di Sambas hiduplah seorang saudagar yang kaya raya. Saudagar tersebut mempunyai dua orang anak laki-laki. Anaknya yang sulung bernama Muzakir, dan yang bungsu bernama Dermawan. Muzakir sangat loba dan kikir. Setiap hari kerjanya hanya mengumpulkan uang saja. Ia tidak perduli kepada orang-orang miskin. Sebaliknya Dermawan sangat berbeda tingkah lakunya. Ia tidak rakus dengan uang dan selalu bersedekah kepada fakir miskin. (Paragraf Sugestif)

     Selain menyusuri sungai dan melihat secara langsung kondisi Cikapundung, peserta juga diberikan wacana dan ajang diskusi yang disampaikan oleh Andre, mahasiswa Teknik Planologi 2002, mengenai konsep penataan ruang di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tetap memerhatikan lingkungan. Selain itu, peserta juga diajak untuk mengambil sampah-sampah yang mencemari Sungai Cikapundung. (Paragraf Ekspositoris)

     Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala, dan keong emas terangkut dalam jalanya tersebut. Keong Emas itu lalu dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. Besoknya nenek itu mencari ikan lagi di sungai, tetapi tak mendapat ikan seekorpun. Kemudian Nenek tersebut memutuskan untuk pulang saja. Sesampainya di rumah ia sangat kaget sekali karena di meja sudah tersedia masakan yang sangat enak-enak. Si nenek bertanya-tanya pada dirinya sendiri, siapa yang memgirim masakan ini. (Paragraf Sugestif)

     Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembara. Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan  memiliki kecantikan abadi. (Paragraf Sugestif)

*download bentuk powerpoint-nya di sini
*download file paragraf naratif di sini

Catatan cara download:
1. klik tulisan "sini" di atas ini lalu Anda akan masuk ke link adf.ly
2. tunggu selama 5 detik lalu klik "skip ad" di pojok kanan atas.
3. kemudian "klik" download
4. masukan verification code sesuai dengan kode yang ada di sampingnya dan sekali lagi klik "download"
5. selesai
baca selengkapnya...

Google Translate

Twitter